Penggemar Selingkuh Makin Leluasa – Pasal 283 UU No. 22 2009

UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 sebenarnya sudah mulai berlaku pada  tanggal diundangkan, tetapi nampaknya memang pemberlakuannya masih belum merata. Masih banyak yang butuh uang rokok, sih! Hihi…

Pasal 283

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

***

Kalau dihubungkan ‘melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi’ ini dengan ‘bertelepon’ atau ‘ber-sms’, apa yang akan terjadi kalau hukum benar-benar ditegakkan dan pelanggarnya benar-benar dikenai sanksi tilang. Don’t take it seriously, ini hanya obrolan pengisi kejenuhan!

1. Para Penggemar Selingkuh Makin Leluasa

Musti diakui bahwa pertengkaran antara pasangan suami isteri ataupun yang baru pacaran, masih sering dipicu oleh kecurigaan terhadap pasangan ketika telepon kita tidak dijawab setelah beberapa kali mencoba menghubungi.

Dengan adanya larangan menerima telepon ataupun bertelepon ini, para penggemar selingkuh akan mudah memberikan alasan kepada pasangan tetapnya ketika dia tidak bisa dihubungi.

Ketika ada jadwal selingkuh, tinggal bilang saja, “saya akan ada di jalan yang banyak polisinya, jadi nggak bisa terima telepon selama saya di jalan”.

Bo’, tahu kan kalau jalan-jalan di Jakarta macetnya nggak ketolongan? Untuk sampai dari satu rapat ke rapat lainnya saja bisa memakan waktu satu jam, belum kalau lokasi tempat meetingnya jauh dari lokasi kantor kita?

Yah…hitung-hitung dua jam lah ya kira-kira. Kalau orang selingkuh dua jam cukup nggak kira-kira? Cukup lah…. *yaiks ketahuan yang sering selingkuh nih!* Selingkuh itu kan kebanyakan karena iseng dan bukan hubungan serius, apalagi kalau bagi para eksekutif di Jakarta. Check in 2 jam di sebuah kamar hotel aja pasti beres lah dalam waktu 2 jam.

Eh, tapi itu kan “bertelepon” di saat mengendara, kalau ber-sms bagaimana?

Lho, orang bertelepon saja dilarang, apalagi sambil sms?

Bertelepon bisa dengan menggunakan bluetooth ataupun speaker phone. Jaman sekarang, kalau mobilnya memiliki peralatan yang canggih, malah bluetoothnya bisa dihubungkan ke layar TV yang ada di mobil, sehingga kita tinggal ‘perintah’ saja untuk bisa tersambung pada orang yang ingin kita hubungi. Tapi kalau ber-sms? Musti langganan alat canggih yang bisa mengetikkan kalimat-kalimat yang kita diktekan, dunks! Atau, kalau mau lebih murah, selingkuhannya yang duduk di sebelah disuruh mengetikkan smsnya! :D

At the end, nanti bakalan banyak orang yang tiba-tiba jadi senang mengatakan punya acara di daerah sudirman thamrin deh supaya acara selingkuhnya aman! Kasihan deh para pasangan tetap yang terpaksa memahami situasi pasangannya, “daripada kena tilang”, katanya…!

2. Para Pegawai Kantor Makin Leluasa Mengerjakan Bisnis Sampingan

Para pegawai kantor yang tugasnya sering keluar kantor akan makin bebas mengerjakan bisnis sampingannya. Kalau boss di kantor menghubungi beberapa kali dan tidak dijawab tinggal bilang saja, “sorry boss, tadi jalanan macet banget dan saya terjebak macet sampai beberapa jam, jadi nggak bisa jawab telepon, takut ditilang!”

Para pegawai juga tidak harus segera melaporkan hasil pekerjaannya sebelum benar-benar sampai di kantor! Boss harus mengerti, peraturan dibuat untuk keselamatan karyawannya juga. Sebagai warga negara yang baik harus taat pada peraturan, bukan taat pada boss! *xixixixixi….

Daripada kecelakaan karena menerima telepon dan panik saat kena marah boss di telepon, lebih baik tidak usah dijawab saja teleponnya! *hihihihi….

3. Para Penunggak Hutang Akan Makin Sering Berada di Jalan

Daripada diam di rumah ditelepon oleh debt collector atau disalahkan karena tidak menjawab telepon ketika ditagih hutang, lebih baik buang-buang bensin di jalan saja deh. Kalau tidak menjawab telepon karena sedang di jalan kan tidak bisa disalahkan karena memang tidak boleh bertelepon ketika sedang berkendaraan!

4. Para pelaku bisnis harus mulai mempekerjakan supir jika memang hari-harinya super sibuk!

Para pelaku bisnis dan kalangan profesional yang pekerjaannya dapat dilakukan darimana saja karena makin canggihnya perkembangan teknologi komunikasi sekarang tidak bisa lagi bebas melakukan pekerjaannya kalau harus mengendarai kendaraannya sendiri tanpa supir.

Jaman sekarang, bisnis bisa dilakukan hanya melalui percakapan telepon. Conference call atau meeting jarak jauh yang bisa dilakukan hanya dengan melalui telepon sekarang akan sulit dilakukan karena para peserta rapatnya lebih sering terjebak macet di Jakarta daripada berada di kantor!

Para konsultan yang harus memberikan advise melalui telepon sekarang harus menunggu sampai tiba di kantor atau di satu tempat supaya bisa menerima atau melakukan panggilan telepon.

DAN YANG PALING PENTING NIH : Polisi yang sedang melakukan pengintaian terhadap pelaku kejahatan di jalan tidak boleh lagi mempergunakan telepon genggam kalau sedang berkoordinasi, cukup dengan menggunakan handy talkie saja!
Weks! :P

Penggemar Selingkuh Makin Leluasa – Pasal 283 UU No. 22 2009
2 Comments

  • enyud Says:

    huakakakaaa…

    satu lagi alasan yang bisa diambil dari kantong doraemonnya para peselingkuh :P

  • bisot Says:

    wah tipsnya boleh nih mbak hahahaha….

    bahaya, sudah berapa banyak kecelakaan gara2 mengemudi sambil berkomunikasi, nelpon, sms, chating, roda 4 atau roda 2 yah sama saja. kalo hanya utk menerima telpon khan bisa pakai handsfree (kalo boleh sih hahaha)

    sip sip sip

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>